JAKARTA, GarudaPost.id || Penggerebekan HH Club Planet 3 di kawasan Jodoh, Batam, yang berujung pada diamankannya 32 orang dan penetapan enam tersangka, kini memunculkan tuntutan agar aparat penegak hukum membongkar perkara tersebut hingga ke aktor yang diduga berada di balik jaringan.
Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (CIC) mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo agar pengungkapan kasus dugaan peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan.
Ketua Umum CIC R. Bambang, SS, secara tegas meminta Bareskrim Polri mengembangkan penyidikan dan menelusuri keberadaan Basri yang disebut dalam informasi CIC berada di Malaysia. CIC juga meminta penyidik memeriksa Karto untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan jaringan yang sedang diusut.
“Jangan berhenti pada enam tersangka. Kalau memang ada pengendali di atasnya, bongkar sampai ke akar. Basri harus dicari dan diperiksa berdasarkan proses hukum. Begitu juga pihak-pihak lain yang diduga mempunyai keterkaitan harus dipanggil dan diperiksa secara profesional,” tegas R. Bambang, SS, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Menurut CIC, pengungkapan kasus narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pengguna atau pengedar di lapangan. Aparat harus mengejar mata rantai yang lebih besar, mulai dari pemasok, pengendali, jaringan distribusi hingga aliran dana yang diduga berasal dari bisnis haram tersebut.
“Kalau hanya pelaku lapangan yang ditangkap, pertanyaan besarnya tetap ada: siapa yang memasok, siapa yang mengendalikan, siapa yang membiayai dan siapa yang menikmati hasilnya?” ujar Bambang.
CIC juga menyoroti informasi mengenai sejumlah kendaraan mewah yang disebut telah diamankan penyidik dan diduga berkaitan dengan Basri. Kendaraan tersebut antara lain Jeep Rubicon, Hummer, Toyota Fortuner hingga Pajero Sport.
Bagi CIC, keberadaan aset-aset tersebut perlu ditelusuri secara serius melalui mekanisme penelusuran aset dan transaksi keuangan. Jika ditemukan hubungan dengan tindak pidana narkotika, CIC meminta aparat tidak ragu melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
DIDUGA KABUR KE MALAYSIA, CIC MINTA JARINGAN LINTAS NEGARA DIBONGKAR
CIC juga mendesak aparat menelusuri informasi mengenai keberadaan Basri yang disebut berada di Malaysia. Jika penyidik memiliki bukti dan dasar hukum yang cukup, CIC mendorong penggunaan mekanisme kerja sama penegakan hukum lintas negara untuk memastikan pihak yang dicari dapat diproses sesuai hukum.
“Jangan sampai wilayah negara lain menjadi tempat berlindung bagi orang yang sedang dibutuhkan keterangannya dalam perkara. Jika memang ada bukti keterlibatan, gunakan seluruh mekanisme hukum yang tersedia,” tegas Bambang.
Ia menambahkan, dugaan adanya jaringan lintas negara harus menjadi perhatian serius karena pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan dengan memutus satu mata rantai.
CIC: BUKA TERANG SIAPA DI BALIK JARINGAN
CIC meminta Bareskrim Polri membuka secara terang perkembangan penyidikan sepanjang tidak mengganggu proses hukum. Masyarakat, kata Bambang, berhak mengetahui bahwa penindakan tidak hanya menyasar orang-orang yang berada di lapangan.
“Publik ingin melihat apakah kasus ini benar-benar dibongkar sampai ke atas atau hanya berhenti di bawah. Kami mendorong Polri menunjukkan ketegasan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses, tanpa pandang bulu,” katanya.
CIC juga meminta aparat menyelidiki informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap wartawan maupun media yang memberitakan perkara tersebut.
“Pers jangan diintimidasi. Kalau ada ancaman, aparat harus bertindak. Pengungkapan jaringan narkoba harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kerja jurnalistik,” pungkas R. Bambang, SS.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan Bareskrim Polri: apakah penggerebekan Planet 3 hanya berhenti pada enam tersangka, atau justru menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan jaringan yang lebih besar di Batam dan Kepulauan Riau.
Penulis:M.ikhsan (TIM)








