Pekanbaru, GarudaTV – Citra lembaga legislatif Provinsi Riau kembali menjadi sorotan tajam. Gedung DPRD Provinsi Riau yang seharusnya menjadi tempat lahirnya keputusan demi kepentingan masyarakat, justru diwarnai kericuhan yang diduga berujung bentrokan fisik antar kelompok pendukung usai rapat Badan Anggaran (Banggar), Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi di lokasi serta video yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp, ketegangan yang semula terjadi di dalam ruang rapat diduga merembet hingga ke luar ruangan. Suasana yang awalnya diwarnai adu argumen berubah menjadi aksi saling dorong, saling kejar, hingga diduga terjadi baku hantam antar massa.
Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah orang tampak berlarian di koridor Gedung DPRD Riau. Beberapa orang terlihat saling dorong dan melempar benda. Bahkan sebuah tong sampah tampak melayang di tengah kerumunan. Sejumlah fasilitas gedung juga dikabarkan mengalami kerusakan akibat kericuhan tersebut.
Insiden ini disebut merupakan buntut dari memanasnya rapat Banggar yang melibatkan Anggota Banggar Indra Gunawan Eet dan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan. Ketegangan yang terjadi di ruang rapat diduga semakin memuncak setelah sejumlah pendukung kedua belah pihak berkumpul di luar ruangan.
Sebelum bentrokan pecah, dalam salah satu video terdengar seseorang mengucapkan kalimat, “Akan ada olahraga, merapat ke DPRD Riau,” yang kemudian memicu dugaan adanya pengumpulan massa di lokasi.
Ironisnya, saat situasi memanas, pengamanan disebut hanya dilakukan oleh petugas keamanan internal DPRD. Hingga beberapa saat setelah kericuhan berlangsung, aparat kepolisian dikabarkan belum terlihat di lokasi, sehingga upaya meredam situasi berjalan cukup sulit.
Di tengah kondisi tersebut, rapat Banggar sempat kembali dilanjutkan setelah skors dicabut. Namun, salah satu pihak yang sebelumnya terlibat adu argumentasi dikabarkan sudah tidak lagi berada di ruang rapat.
Peristiwa ini memunculkan keprihatinan publik. Gedung DPRD yang merupakan simbol demokrasi dan tempat memperjuangkan aspirasi rakyat semestinya menjadi ruang dialog yang mengedepankan musyawarah, bukan diwarnai konflik yang berujung pada dugaan kekerasan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPRD Provinsi Riau maupun aparat kepolisian mengenai kronologi lengkap, penyebab pasti, jumlah korban, maupun langkah hukum yang akan diambil. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang sesuai kaidah jurnalistik.
M.ikhsan (TIM)








