Polisi Tetapkan Penghulu Jadi Tersangka Dugaan Perusakan Hutan Mangrove di Rohil

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokan Hilir –  garudapost.id || Polda Riau melalui Polres Rokan Hilir mengungkap dugaan tindak pidana kehutanan dan perusakan lingkungan di kawasan hutan mangrove di Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.

Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan seorang tersangka berinisial HW (28), yang diketahui menjabat sebagai Penghulu Teluk Piyai.

HW ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, koordinasi dengan ahli hingga gelar perkara.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, perkara tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas pengelolaan lahan yang diduga berada di dalam kawasan hutan tanpa izin.

“Setelah menerima laporan, penyidik melakukan pengecekan ke lokasi, memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan ahli untuk memastikan status kawasan serta aktivitas yang dilakukan di atas lahan tersebut,” kata Akmadi, Selasa (25/8/2026).

Lokasi yang diperiksa berada di Dusun SK 1, Kepenghuluan Teluk Piyai. Berdasarkan hasil pengecekan koordinat, lokasi tersebut terindikasi masuk dalam kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK).

Di lokasi, ditemukan adanya aktivitas pengerjaan lahan menggunakan alat berat dengan luas area sekitar tiga hektare. Polisi juga mengamankan satu unit excavator Hitachi Zaxis 110MF yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut.

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya aktivitas pembukaan lahannya, tetapi juga karena lokasi tersebut merupakan bagian dari kawasan hutan mangrove yang memiliki fungsi penting bagi keseimbangan ekosistem pesisir,” ujar Akmadi.

Menurut Akmadi, penyidik kemudian melakukan pendalaman untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. Setelah melalui proses penyidikan dan gelar perkara, HW ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (21/8).

HW selanjutnya dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka pada Senin (24/8). Setelah pemeriksaan, penyidik melakukan penangkapan dan penahanan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

“Penanganan perkara ini merupakan bagian dari komitmen Polda Riau dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan. Terlebih mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami kawasan pesisir, habitat berbagai biota, sekaligus penyimpan karbon,” jelas Akmadi.

Dalam perkara tersebut, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, serta Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Akmadi menegaskan, penegakan hukum lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen Green Policing Polda Riau.

Pendekatan tersebut tidak hanya mengedepankan pencegahan dan edukasi, tetapi juga tindakan hukum terhadap aktivitas yang terbukti merusak kawasan hutan dan lingkungan.

“Prinsipnya jelas, pembangunan dan aktivitas ekonomi harus berjalan dengan tetap menghormati aturan dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Siapa pun yang melakukan aktivitas di kawasan hutan harus memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku,” tegasnya. []

(M.sawal)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketum KMPKS desak Kapolri copot Kapolda Riau program green policing gagal total imbas karhutla dan kabut asap di Riau
PEMUDA LIRA RIAU TEGASKAN PROGRAM ‘GREEN POLICING’ POLDA RIAU GAGAL TOTAL
Polres Rohil Bagikan 420 Masker kepada Masyarakat, Antisipasi Gangguan Pernapasan akibat Asap Karhutla
Kapolres Rohil Pimpin Sertijab Kasat Lantas, AKP Fikri Kurniawan Jabat Kasat Lantas Baru
STOP BAKAR HUTAN! Polres Dharmasraya Ultimatum Pelaku, Karhutla Berujung Proses Hukum
Kapolres Rohil Turun Langsung Pantau dan Padamkan Karhutla di Bangko Permata
Ketum KMPKS tanaman eucalyptus memicu kebakaran dahsyat di Kalimantan
AKHIR PEKAN TAK BOLEH SEMBARANGAN! Polantas Karib Polda Riau Kepung Jalan Protokol hingga Jalur Tol, Pelanggaran Jadi Sorotan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:05

Ketum KMPKS desak Kapolri copot Kapolda Riau program green policing gagal total imbas karhutla dan kabut asap di Riau

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:49

PEMUDA LIRA RIAU TEGASKAN PROGRAM ‘GREEN POLICING’ POLDA RIAU GAGAL TOTAL

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:40

Polres Rohil Bagikan 420 Masker kepada Masyarakat, Antisipasi Gangguan Pernapasan akibat Asap Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:28

Polisi Tetapkan Penghulu Jadi Tersangka Dugaan Perusakan Hutan Mangrove di Rohil

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:17

Kapolres Rohil Pimpin Sertijab Kasat Lantas, AKP Fikri Kurniawan Jabat Kasat Lantas Baru

Berita Terbaru