ROKAN HILIR – garudapost.id || Kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok kembali terusik. Kali ini, keluhan serius datang dari salah seorang pemilik rumah makan di Simpang Bukit Timah, Dusun Sonoh, RT 01/RW 01, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Warga menduga adanya praktik pengoplosan gas LPG menyusul seringnya ditemukan tabung gas yang rusak dan membahayakan keselamatan.
Kejadian ini terungkap saat awak media tengah berhenti untuk makan di warung tersebut pada Sabtu (6/6/2026). Sang pemilik warung langsung memanfaatkan momen tersebut untuk mencurahkan keresahan dan rasa takut yang dialaminya sehari-hari akibat kondisi tabung gas LPG yang dinilai tidak wajar.
Gas Mendesis dan Menyembur, Warga Trauma
Kepada awak media, pemilik warung menceritakan betapa mencekamnya setiap kali ia hendak mengganti tabung gas untuk keperluan memasak.
“Gimana ini ya Pak, gas LPG ini asal mau dipasang selalu berbunyi mendesis keras. Bahkan kadang-kadang gasnya langsung menyembur keluar,” ungkap pemilik warung dengan nada cemas.
Awalnya, ia mengira kerusakan berada pada komponen kompor miliknya. Namun, setelah dilakukan pengecekan mandiri dan mengganti suku cadang, masalah tersebut tetap saja muncul.
“Sudah saya cek selang regulatornya, tidak ada masalah. Bahkan sampai saya belikan selang baru, tapi tetap saja begitu (menyembur). Apa ini ulah pengoplosan gas ya, Pak?” tanyanya curiga.
Kondisi tabung gas yang kerap bocor dan menyembur ini diakui telah menimbulkan trauma mendalam. Mengingat risiko kebakaran yang sangat tinggi, aktivitas memasak yang setiap hari dilakukan kini justru menjadi hantu yang menakutkan.
“Saya kadang kalau mau menghidupkan kompor jadi takut sekali. Sampai kepikiran, kalau yang punya penyakit jantung, apa enggak bisa meninggal di tempat karena kaget, Pak?” cetusnya.
Masyarakat Desak Ketegasan Pemerintah
Mewakili suara konsumen dan masyarakat kecil yang bergantung pada gas bersubsidi maupun nonsubsidi, pemilik warung ini meminta agar pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan melakukan pengawasan ketat ke lapangan.
“Saya sangat berharap kepada pemerintah, tolong diperhatikan masalah gas LPG ini. Jangan sampai ada oknum yang mengoplos, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat luas,” pungkasnya berharap.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya sidak berkala dari instansi terkait ke agen-agen maupun pangkalan gas di wilayah Rokan Hilir guna mengantisipasi peredaran tabung gas oplosan atau rusak yang dapat memicu korban jiwa.***








